Saya
tidak ingin diingat sebagai seseorang yang pernah menghabiskan
berbungkus-bungkus rokok, dan mengubur telikungan teman lama dipersimpangan
jalan sepanjang lombok timur bersamamu. saya tidak ingin diingat sebagai
sahabat yang baik. Jangan pernah! Saya hanya ingin dikenang sebagai seorang
sahabat yang tolol karena tidak pernah berbuat sesuatupun untuk sahabatnya
sendiri. Sesuatu yang saya janjikan padamu tempo hari kini telah menjadi dosa
akibat kecurangan yang disengaja.
Dari
balik dua dataran yang tak pernah memiliki wujud asali. kau pernah membacanya,
sahabatku. Perjuangan adalah proses yang sangat panjang, sebagian hasil akan
tampak, sebagian yang lain hanya membekas menjadi rekaman pikiran yang tidak
dapat tersaji dalam bingkai potret. ketika beberapa perempuan telah berhasil
kau singgahi, tidak lebih dari beberapa kutipan fiksi sederhana kalau mereka, perempuan
itu pernah menghiasimu, tapi masamu yang lampau akhirnya telah berpulang pada
satu muara pilihan, perempuan terakhir yang akan menemani langkah-langkahmu
menggapai matahari yang tenggelam. Dan esok hari, dialah perempuan yang pertama
kali akan kau temui ketika matahari menggeliat kembali.
Hari
ini saya mengacaukan semua katalog yang pernah kau baca dalam perjalananmu.
sahabatku. Kalaupun saya harus memohon maaf, semuanya terdengar percuma
semenjak saya telah terjatuh terlalu dalam ke lubang hitam romantisme kuliah disini.
Yang bermain-main mengurai fase penundaan dan pembelaan.
Sahabatku,
tiada perkataan yang akan mampu menyenangkanmu. Kau tidak perlu memaafkanku
hanya karena catatan biasa saja dari sahabatmu ini. saya membayangkan jika
nyanyian lagu daerah yang kerap diputar pada malam begawe terdengar disana,
dihalaman rumahmu. Ditemani teriakan, dan sorak-sorai para pemain judi mengisi
malam mereka yang biasanya hening. Atau riuh canda remaja muda-mudi yang
mengungsikan rindu mereka ke pundi asmara. dibawah atap anyam-anyaman daun
kelapa dan tiang-tiang bambu. Mereka hadir mengiringi jiwamu yang akan berjalan
meniti tanggung jawab. Ada yang akan lebih berat di depan sana, getir yang
tersimpan ditengah kekacauan, ruang yang tidak memiliki celah selain kekosongan
dan kegelapan. Akan tiba waktunya. Tapi ingatlah sahabatku! Kau tidak akan
sendirian menghadapi semuanya.
Selamat
melanjutkan hidup sahabatku. Adalah kekuranganku tidak memberikan kontribusi
apapun dalam prosesi pernikahanmu itu. Hanya seutas doa yang kuulurkan untuk
tangan langit, janji tuhan yang terbenam dalam harapan setiap pasangan yang
semoga saja, dirimu dan istrimupun, akan mampu meraih kebahagiaan bersama sampai
akhir hayat, sebagaimana keluarga senja lain. semoga.
Namun
kau tidak harus menampik harapan dengan menghabiskan waktu berjam-jam. Cukupkan
harapan sebatas misteri perasaan yang singkat saja. Selebihnya, fakta yang
sangat dekat denganmu adalah istrimu. Karena dialah kesempurnaan yang tertata
pada masa-masamu yang akan datang. hhe
Dalam
satu perspektif, alasan tetaplah pembelaan klise yang kerap menguatkan bius dan
motif kepentingan pelakunya. Begitupun dengan keadaanku yang sekarang, selain
karena ketiadaan biaya untuk pulang, terdapat beberapa prasyarat kelulusan
kuliah yang melilit dan merayuku untuk tetap betah tinggal di sini.
Dan
belakangan ini, agar kau tahu sahabatku, saya tengah beruntung memiliki kekasih
yang masih sanggup menghunus waktunya untuk sekedar menungguku. Dan hitunglah
beberapa bulan ke depan! saya pasti menyusulmu. hkhkhk....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar